Tersendatnya Pusat Pelatihan Timnas Indonesia Akibat PPKM Level 4

Tersendatnya Pusat Pelatihan Timnas Indonesia Akibat PPKM Level 4

Masih PPKM, PSSI Pikir Ulang Gelar TC Timnas Indonesia pada Februari

Kabar kurang mengenakan mewarnai berita sepakbola nasional terbaru saat ini, pasalnya efek dari pandemi Covid 19 yang dirasakan saat ini tidak hanya memberi dampak pada faktor ekonomi tetapi juga faktor kemudahan mobilisasi. Ditambah lagi dengan meningkatnya kasus Covid setiap harinya memaksa pemerintah harus melakukan  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di pulau Jawa dan Bali yang diperpanjang hingga tanggal 2 Juli 2021. Pemberlakuan kebijakan tersebut ternyata juga berdampak pada pemusatan latihan yang harus dilakukan oleh Timnas Indonesia yang seharusnya dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 2021. Menurut Sekjen dari PSSI yakni Yunus Nusi, pihak dari PSSI masih menunggu hasil dari kebijakan pemerintah terkait diberlakukannya PPKM darurat, selain itu hal tersebut juga mebuat tim manajemen PSSI harus menjadwal ulang tempat untuk dilakukannya pemusatan latihan yang semula akan dilakukan di Jakarta, Palembang dan Samarinda. Jika hasil dari PPKM darurat diperpanjang kembali maka tim manajemen PSSI akan mengusulkan untuk melakukan pusat pelatihan di kota-kota lain yang tidak diberlakukan kebijakan PPKM darurat.

Tujuan dilakukannya pemusatan latihan bagi Timnas Indonesia ini yaitu sebagai persiapan sebelum nanti menghadapi Tim China-Taipei pada babak lay-off  untuk kualifikasi Piala Asia 2023 dalam dua league. Pertandingan yang pertama Timnas Indonesia akan terlebih dahulu menjadi tuan rumah dan menjamu tim China-Taipei pada tanggal 7 September 2021 mendatang, kemudian pertandingan kedua Timnas Indonesia akan bertandang melawan tim China-Taipei pada tanggal 12 Okteober mendatang, jika tidak ada halangan atau penjdawalan ulang. Maka dari itu pusat pelatihan untuk Timnas Indonesia dirasa sangat dibutuhkan mengingat bahwa tim lawan yang akan dihadapi merupakan tim yang cukup sulit. Program pelatihan ini sendiri juga merupakan usulan langsung dari pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-Young yang menganggap bahwa Timnas Indonesia membutuhkan beberapa pemusatan Latihan sebelum nantinya memulai laga permainan. Sampai saat inipun kondisi pelatih Timnas Indonesia masih berada di negara asalnya yaitu Korea Selatan dikarenakan kebijakan pandemi yang diberlakukan di berbagai negara lainnya di dunia. Menurut Sekjen PSSI Yunus Nusi, pihak PSSI berharap semoga pemerintah memberikan kemudahan untuk mendatangkan Pelatih Timnas dari negara asalnya, agar pusat pelatiham Timnas bisa segera dilaksanakan.

Berita sepakbola nasional terbaru, Tim manajemen PSSI pun berharap bahwa kedepannya Pemberlakuan kebijakan PPKM darurat level 4 ini sudah dihentikan agar mobilitas dari para pemain dan juga pelatih Timnas ini lebih mudah kedepannya. Sekalipun pemberlakuan PPKM darurat ini masih diperpanjang kedepannya, pihak PSSI berharap jika pemerintah memberikan pengecualian pada Timnas untuk melakukan pemusatan pelatihan. Hingga saat ini pihak PSSI pun belum mendapatkan kepastian yang jelas dari pihak pemerintah terkait dengan kebijakan tersebut. Satu-satunya yang bisa dilakukan oleh pihak manajemen PSSI sampai saat ini yaitu menunggu apakah pada tanggal 3 Juli mendatang pemerintah akan memperpanjang pemberlakuan PPKM darurat tersebut atau justru memberhentikannya. Demi mengantisipasi kebijakan yang akan berlaku kedepannya pun pihak manajemen PSSI sudah mempersiapkan hal-hal yang harus dipenuhi sebagai syarat untuk melakukan sebuah kegiatan di tengah pandemi seperti ini. Diantaranya pihak manajemen PSSI mengharuskan setiap pemain, pelatih, dan juga tim yang bekerja untuk melaksanakan vaksin secara penuh dan juga melakukan test swab rutin kepada setiap anggotanya guna menghindari rantai penyebaran covid 19, selain itu selesai pelatihan pun para pemain akan langsung melakukan karantina selama 1 minggu sebelum bisa kembali beraktivitas.

Leave a Reply